JAMBI Serasah id – Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) memastikan proses pemulihan sistem pasca-insiden serangan digital terus berjalan secara bertahap. Layanan digital seperti mobile banking hingga Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pun ditargetkan kembali pulih optimal pada Mei mendatang.
Komitmen tersebut ditegaskan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Grand Ballroom Josoef Singadekane, Gedung Mahligai 9, Kantor Pusat Bank Jambi, Jum’at (24/4/2026). Rapat strategis tersebut fokus membahas arah kebijakan dan penguatan kinerja perusahaan ke depan.
Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, S.E., M.M., didampingi Direktur Operasional Zulfikar, S.E., memaparkan sejumlah gagasan penting, salah satunya terkait mitigasi dan pemulihan sistem digital bank.
Khairul menjelaskan bahwa saat ini manajemen masih menunggu hasil investigasi forensik yang dilakukan bersama sejumlah lembaga otoritas, termasuk Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pihak kepolisian.
Proses forensik ini dinilai krusial untuk memetakan akar persoalan secara akurat agar langkah perbaikan ke depan tepat sasaran.
“Hasil forensik masih kita tunggu. Bank Indonesia, OJK, dan kepolisian masih dalam proses pemeriksaan. Insya Allah, kemungkinan pada bulan Mei sudah selesai. Setelah hasil analisisnya keluar, kita akan tahu akar masalahnya di mana, baru kemudian keluar rekomendasi perbaikan,” ujar Khairul kepada awak media.
Khairul menegaskan Bank Jambi sangat serius melakukan evaluasi total agar insiden serupa tidak terulang kembali. Ia juga memastikan bahwa keamanan data dan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi—baik melalui kanal digital maupun konvensional—tetap menjadi prioritas utama.
“Insya Allah bulan depan seluruh sistem digital Bank Jambi sudah kembali normal, baik untuk layanan mobile banking maupun ATM,” tambahnya optimis.
Lewat penguatan sistem pengamanan siber yang berlapis ini, Bank Jambi berharap dapat memberikan kepastian serta menjaga kepercayaan masyarakat di tengah tantangan kejahatan siber yang semakin kompleks.(ed)




