Jambi Serasah id – Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan pentingnya sinergi dan keberanian bertindak dari seluruh unsur Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Provinsi Jambi 2026 di Auditorium Paduko Berhalo, Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (31/8/2026).
Langkah tegas ini diambil menyusul meningkatnya ancaman kemarau ekstrem akibat El Nino yang memicu lonjakan titik panas (hotspot) serta penurunan kualitas udara di sejumlah wilayah Jambi Siaga Bencana ditetapkan sejak Mei 2026. 81 posko didirikan dengan total 5.100 personel gabungan (Pemerintah, TNI, Polri, Manggala Agni, Perusahaan, dan MPA).Total 1.776,56 hektare dari 531 kejadian karhutla.Sarolangun: 473,64 ha Batang Hari: 374,50 ha Muaro Jambi: 325 ha Tanjung Jabung Barat: 292,30 ha, jumlah hotspot 5.102 titik (melonjak signifikan pada Agustus sebanyak 3.156 titik).
Gubernur menginstruksikan tim pemadam untuk tidak meninggalkan lokasi sebelum bara api benar-benar padam total. Karakternya yang menyimpan api di bawah permukaan berisiko memicu kebakaran susulan meski permukaan terlihat mati.
Bupati dan wali kota diminta tidak ragu mengambil keputusan di lapangan sesuai Inpres No. 3 Tahun 2026. Penguatan komando lapangan dapat diserahkan kepada Dandim. Pemerintah Provinsi Jambi juga menjamin dukungan pendanaan bagi daerah yang mengalami keterbatasan anggaran.
Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, menekankan pentingnya respons cepat tanpa ego sektoral. Ia mendorong percepatan water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berkoordinasi dengan BMKG untuk area rawan penyebaran api.
Hingga akhir Agustus, Polda Jambi telah menyelidiki 55 kasus karhutla dan menaikkan 10 kasus ke tahap penyidikan dengan 10 orang tersangka (tersebar di Tanjab Barat, Tebo, Sarolangun, Merangin, Batang Hari, Tanjab Timur, dan Muaro Jambi). Penegakan hukum menyasar pelaku individu maupun korporasi.
Menanggapi kualitas udara yang fluktuatif hingga kategori tidak sehat, jajaran Kejati Jambi turut membagikan masker dan menggelar pemeriksaan ISPA gratis bersama Pemkot Jambi untuk melindungi masyarakat dan pelajar.
Rapat koordinasi ditutup dengan penandatanganan kesepakatan komitmen bersama oleh Forkopimda se-Provinsi Jambi untuk menjamin langkah strategis sebelum, saat, dan pascabencana secara terpadu.(“)










