Jambi Serasah id — Kehadiran dua komisaris independen baru di tubuh Bank Jambi diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan dan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance). Perpaduan antara latar belakang akademik dan pengalaman praktis di industri perbankan dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.1/10/2026
Pengamat Perbankan, Laila, menyampaikan bahwa kolaborasi antara perspektif akademisi dan praktisi dapat memperkaya analisis serta menjaga objektivitas dalam mengawasi jalannya roda bisnis bank.
“Akademik dapat memperkaya analisis dan melihat persoalan secara lebih objektif. Keduanya dapat saling melengkapi dalam menjalankan fungsi pengawasan,” ujar Laila.
Laila menekankan, tantangan Bank Jambi ke depan tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), maupun penyaluran kredit. Kualitas aset, likuiditas, kecukupan modal, hingga efektivitas manajemen risiko menjadi faktor vital yang harus dijaga.
“Bank tidak cukup hanya tumbuh secara bisnis. Pertumbuhan harus berkualitas dan berkelanjutan (sustainable). Karena itu, fungsi komisaris sangat penting untuk memastikan ekspansi bisnis tetap berada dalam koridor prudential banking (prinsip kehati-hatian),” tegasnya.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Jambi memegang peran ganda: menjalankan fungsi intermediasi keuangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat dan pembangunan daerah. Oleh sebab itu, transparansi dan kualitas tata kelola menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.
“Publik tentu berharap kehadiran dua komisaris independen ini memberikan nilai tambah (value added). Yang terpenting adalah bagaimana kompetensi dan pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi fungsi pengawasan yang efektif, objektif, dan mampu memberikan rekomendasi strategis kepada manajemen,” lanjut Laila.
Selain aspek internal, Laila juga menyoroti laju perubahan industri perbankan yang bergerak cepat. Isu digitalisasi layanan, penguatan keamanan siber, pemenuhan regulasi (compliance), serta peningkatan kualitas layanan nasabah menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi.
Ia optimistis kombinasi keahlian di jajaran komisaris baru ini dapat memperkokoh penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) di Bank Jambi.
“Dengan kombinasi perspektif akademik dan pengalaman panjang di industri perbankan, publik memiliki ekspektasi agar fungsi GRC di Bank Jambi semakin kuat. Pada akhirnya, tata kelola yang baik akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan bank yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.









