Jambi Serasah id – Ratusan warga dari Aur Kenali, Mendalo Darat, Banyumas, dan Penyengat Rendah kembali menggelar rapat koordinasi untuk menyatakan penolakan terhadap aktivitas PT SAS. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (29/8/2026).
Dalam rapat koordinasi itu, warga yang hadir menyatakan kesepakatan untuk terus menolak dan memperjuangkan aspirasi mereka terkait aktivitas perusahaan yang dinilai berpotensi melanggar ketentuan serta berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
Warga juga menyoroti kekhawatiran terhadap dampak aktivitas stockpile batu bara, terutama terkait potensi penurunan kualitas udara akibat debu batu bara. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekaligus memberikan dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang generasi muda yang tinggal di sekitar kawasan aktivitas.
Kekhawatiran warga semakin menguat dengan melihat kondisi sejumlah wilayah yang disebut telah terdampak aktivitas stockpile, seperti kawasan sekitar Cagar Budaya Muaro Jambi dan Talang Duku. Warga menyebut paparan debu batu bara di sejumlah lokasi telah menimbulkan persoalan lingkungan, termasuk permukaan yang menghitam akibat debu.
Salah seorang warga dalam rapat tersebut menyampaikan penolakan secara tegas. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak ingin lingkungan tempat tinggal mereka tercemar debu batu bara dan khawatir kondisi tersebut berdampak terhadap kesehatan anak-anak mereka.
“Kami dak rela halaman kami jadi hitam oleh debu batu bara. Kami dak rela anak kami nanti penyakit akibat paparan debu batu bara. Kami dak rela hak kami menghirup udara segar dirampas PT SAS dengan debu hitam beterbangan di seputaran kami,” tegasnya.
Warga menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas usaha, tetapi juga menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan aman.
Karena itu, hasil rapat koordinasi tersebut menegaskan sikap warga untuk tetap melakukan penolakan terhadap aktivitas PT SAS. Mereka meminta adanya perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait untuk memastikan seluruh aktivitas perusahaan berjalan sesuai aturan serta tidak mengorbankan kepentingan masyarakat dan kualitas lingkungan.
Warga juga berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui dialog dan langkah konkret, sehingga potensi dampak lingkungan maupun kesehatan masyarakat dapat dicegah sejak dini.(ed)










