Jambi Serasah id – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi terus mendalami kasus kebakaran hebat yang melanda sebuah gudang minyak di Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. Hingga saat ini, otoritas kepolisian telah memeriksa tujuh orang saksi guna mengungkap dugaan tindak pidana di lokasi tersebut.
Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Hadi Handoko, mengungkapkan bahwa salah satu saksi yang dimintai keterangan merupakan pimpinan dari perusahaan yang diduga terafiliasi dengan aktivitas gudang tersebut.
”Sudah tujuh orang saksi yang diperiksa, termasuk direktur perusahaan berinisial DN,” ujar Hadi kepada awak media, Kamis (4/6/2026).
Hadi menjelaskan, saat ini penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (Labfor) untuk mengetahui secara pasti spesifikasi komoditas yang terbakar. Hasil uji laboratorium ini akan menjadi poin krusial dalam menentukan arah penyelidikan.
”Hasil Labfor masih kami tunggu. Pemeriksaan ini untuk mengetahui jenis minyak yang ada di lokasi, termasuk memastikan apakah minyak tersebut merupakan hasil oplosan atau bukan,” kata Hadi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa status hukum perkara dan penetapan tersangka akan diputuskan segera setelah bukti ilmiah dari Labfor kantongi oleh penyidik.
”Hasil Labfor ini nantinya akan menentukan langkah penyidikan berikutnya, termasuk untuk menetapkan tersangka dalam perkara ini,” tambahnya.
Sebelumnya, insiden kebakaran besar melanda gudang minyak yang terletak di belakang Gedung BPK RI Perwakilan Jambi, Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kotabaru, pada Selasa (15/5/2026) malam.
Lokasi gudang yang berada di area padat aktivitas—terapit di antara lorong Kantor BPK RI dan sebuah bengkel sepeda motor, serta berhadapan langsung dengan Apotek K24 Kenali dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)—sempat memicu kepanikan warga sekitar. Berdasarkan kesaksian warga di lokasi kejadian, sempat terdengar sedikitnya tujuh kali suara ledakan keras saat si jago merah melalap bangunan tersebut.
Pasca-insiden, sejumlah personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam untuk mengidentifikasi penyebab pasti munculnya api.(Adhek )










