Jambi Serasah id – Aliansi Masyarakat Unjuk Kemampuan (Amuk) Jambi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Senin (15/6/2026). Massa mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) terkait praktik jual beli jabatan untuk posisi kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Husnan, dalam orasinya menyatakan bahwa praktik lancung tersebut diduga kuat melibatkan oknum pejabat internal dinas dan oknum tenaga pendidik.
”Kami mendesak Bapak Kejati Jambi untuk segera memanggil dan memeriksa Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin, M. Tabri, serta seorang oknum guru berinisial S yang saat ini juga menjabat sebagai kepala sekolah salah satu SD di Merangin,” ujar Husnan di sela-sela aksi.
Menurut Husnan, keterlibatan kedua oknum tersebut diduga kuat berkaitan dengan praktik pungutan liar (pungli) dan kongkalikong mutasi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menilai tindakan ini murni demi memperkaya diri sendiri atau kelompok tertentu, yang pada akhirnya merusak integritas dunia pendidikan di Kabupaten Merangin.
Dalam tuntutan resminya, Amuk Jambi menyampaikan dua poin utama kepada pihak Kejati Jambi:
Pertama: Mendesak Kejati Jambi untuk segera melakukan pemanggilan formal dan pemeriksaan intensif terhadap Kabid Dikdas Merangin, M. Tabri, dan oknum kepala sekolah berinisial S atas dugaan keterlibatan mereka dalam jaringan pungli jabatan.
Kedua: Meminta Kejati Jambi segera membentuk tim audit, investigasi independen, serta berkoordinasi dengan Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) untuk turun langsung ke lapangan guna memverifikasi bukti-bukti mutasi ASN di Dinas Pendidikan Merangin.
Aksi unjuk rasa berjalan dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Tinggi Jambi belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah lanjutan atas tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi.
Hingga saat ini, upaya konfirmasi kepada Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Merangin, M. Tabri, maupun pihak terkait lainnya masih terus diupayakan (ed)










