
“Kemarin saya tanya ke Pertamina, katanya tidak ada masalah. Mungkin ada keterlambatan distribusi atau masuknya minyak ke SPBU,” ujar Al Haris saat memberikan keterangan, baru-baru ini.
Keheranan orang nomor satu di Provinsi Jambi ini muncul setelah dirinya melihat langsung antrean kendaraan yang mengular dalam perjalanan dinas menuju Kabupaten Merangin dan Kabupaten Kerinci. Ia mengungkapkan, antrean kendaraan bahkan masih terjadi hingga pagi hari, padahal proses mengantre sudah dimulai sejak malam sebelumnya.
”Saya tanya, stok masih aman atau tidak. Tapi kenapa antreannya panjang sekali? Dari malam sampai pagi masih antre. Ada apa ini?” cetus Al Haris mempertanyakan tata kelola distribusi tersebut.
Pernyataan tegas Gubernur ini mempertegas adanya kesenjangan (gap) yang lebar antara klaim ketersediaan data di atas kertas oleh Pertamina dengan realitas riil di lapangan. Guna mengurai benang kusut ini, Al Haris memastikan akan kembali memanggil pihak Pertamina untuk meminta penjelasan resmi terkait penyebab utama antrean yang terus berulang dan meresahkan warga.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, wilayah Kota Jambi ditengarai masih marak dengan aktivitas pelangsir solar subsidi. Pola antrean di sejumlah SPBU menunjukkan indikasi kuat adanya manipulasi pengisian
Antrean panjang tidak didominasi oleh kendaraan umum atau logistik masyarakat, melainkan kendaraan tertentu yang disinyalir melakukan pengisian secara berulang (langsir).
Penumpukan kendaraan kerap terjadi di sejumlah SPBU kawasan padat aktivitas niaga Kota Jambi, terutama pada jam-jam krusial distribusi solar masuk.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pertamina wilayah Jambi belum memberikan respons resmi terkait langkah konkret penanganan antrean maupun evaluasi terhadap dugaan kebocoran distribusi solar subsidi tersebut.(ed)










