Serasah.id — Lebih dari 1.400 orang dilaporkan hilang dan setidaknya 390 orang tewas akibat banjir bandang serta tanah longsor dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Daerah Otonom Tibet, China.
Tim SAR gabungan terus berupaya melancarkan pencarian korban sehari setelah bencana yang diduga dipicu oleh runtuhnya gletser tersebut. Otoritas Pariwisata Nepal mencatat, ribuan korban hilang mencakup wisatawan asing dari 30 negara, termasuk India, Malaysia, Ukraina, Amerika Serikat, dan Jepang.
Mengutip laporan Antara, salah satu rombongan yang belum ditemukan adalah satu keluarga asal Jepang beranggotakan lima orang, termasuk anak-anak, yang diketahui memasuki Nepal melalui jalur darat dari China. Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu kini berkoordinasi intensif dengan otoritas lokal untuk melacak keberadaan mereka.
Atas tragedi ini, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan duka cita mendalam secara resmi kepada Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang, serta Perdana Menteri Nepal Balendra Shah.
Berdasarkan analisis citra satelit oleh Profesor Hidenori Watanabe dari Universitas Tokyo, material gletser berukuran lebar 1 kilometer dan panjang 2 kilometer diperkirakan runtuh dari ketinggian 1,2 kilometer hingga meratakan dasar lembah.
Runtuhan gletser tersebut memicu meluapnya Sungai Bhotekoshi di wilayah Rasuwa, Nepal, yang kemudian menerjang permukiman warga dan menghancurkan berbagai fasilitas publik, termasuk infrastruktur pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Sementara itu, kantor berita Xinhua melaporkan bahwa bencana tanah longsor di Shigatse, Tibet, menyebabkan sedikitnya tiga orang tewas dan lebih dari 550 warga lainnya masih dinyatakan hilang.(ed)








