KOTA JAMBI (Serasah.id) — Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi yang menutup puluhan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dan TPS pinggir jalan memicu gelombang keluhan warga hingga viral di media sosial pada Jumat (18/9/2026).
Unggahan akun TikTok @misssitikarina menjadi salah satu yang memicu sorotan publik. Dalam videonya, ia menyampaikan keluhannya menggunakan bahasa daerah lantaran bingung mencari lokasi pembuangan sampah.
“Pak, nak buang sampah ke mana lagi? Semua TPS ditutup. Masa iya sampah yang saya bawa ini dibawa balik lagi, Pak? Saro nian (susah sekali) kalau seperti ini, Pak. Saya sudah keliling mutar-mutar bingung mau buang di mana,” ujarnya dalam video tersebut.
Kebijakan penutupan TPS pinggir jalan ini dinilai memberatkan karena lokasi depo pengganti dianggap terlalu jauh dari pemukiman warga. Selain itu, kesiapan sistem pengelolaan sampah yang baru dinilai belum merata di seluruh kawasan.
Berdasarkan dinamika di lapangan, terdapat beberapa poin utama yang dikeluhkan oleh masyarakat:
Jarak Depo Pengganti: Warga terpaksa menempuh jarak jauh hanya untuk membuang sampah rumah tangga setelah TPS di sekitar lingkungan mereka dibongkar dan ditutup resmi oleh petugas.
Risiko Penumpukan Sampah Liar: Minimnya fasilitas penampungan sementara di kawasan padat penduduk berpotensi memicu munculnya titik-titik pembuangan sampah liar baru di sudut-sudut kota.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya mengonfirmasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi guna mendapatkan penjelasan resmi terkait langkah penanganan dan penataan ulang tata kelola sampah di wilayah tersebut. (ed)










