Serasah id Sarolangun — Gubernur Jambi, Al Haris, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sarolangun dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun di Gedung DPRD Sarolangun, Senin (12/10/2026). Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa peringatan HUT daerah bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk evaluasi, introspeksi, dan memperkuat sinergi pembangunan.
Rapat paripurna tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun, Ahmad Jani, serta dihadiri oleh Penjabat/Bupati Sarolangun Hurmin, jajaran Forkopimda, dan para tokoh masyarakat.
Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi atas dinamika perjalanan pembangunan Sarolangun selama 27 tahun. Meski berbagai kemajuan telah dicapai, ia mengingatkan masih ada tantangan mendasar yang harus diselesaikan bersama di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, pelayanan publik, hingga ekonomi kreatif.
”Di tengah keterbatasan fiskal dan luas wilayah dengan anggaran yang minim, pemerintah daerah harus cermat menentukan prioritas agar program RPJMD benar-benar menyentuh masyarakat miskin,” kata Al Haris.
Ia juga menilai Sarolangun memiliki posisi geostrategis yang menguntungkan karena didukung oleh konektivitas dua bandara tetangga, yaitu Bandara Muara Bungo dan Bandara Silampari Lubuklinggau. Potensi ini diharapkan dapat menggenjot investasi, pemberdayaan UMKM, dan konektivitas antardaerah.
Dalam kesempatan itu, Al Haris memaparkan sejumlah capaian indikator makro Kabupaten Sarolangun sepanjang tahun 2025 sebagai fondasi menuju Sarolangun MAJU (Muda, Agamis, Jujur, dan Unggul):
Pertumbuhan Ekonomi: Meningkat menjadi 4,78% dari sebelumnya 3,73%.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Naik 0,96 poin menjadi 74,72 (sebelumnya 73,76).
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Turun menjadi 4,68% (sebelumnya 5,03%).
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK): Mencapai 67,44%.
Tingkat Kemiskinan: Berada di angka 8,74%, yang masih memerlukan intervensi terpadu lintas sektor.
Gubernur juga menyoroti penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih terjadi di wilayah Kecamatan Air Hitam. Ia menekankan pentingnya peran aktif kepala daerah dan Satgas Karhutla beserta Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam pencegahan dan pemadaman di lapangan.
”Hari Jadi ke-27 ini hendaknya menjadi momentum efisiensi anggaran. Efisiensi harus dimaknai sebagai upaya memperkuat prioritas agar anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sarolangun, Hurmin, menegaskan bahwa pencapaian daerah saat ini merupakan hasil estafet kepemimpinan dari para pemimpin terdahulu, mulai dari era Muhammad Madel, Maryadi Syarif, Hasan Basri Agus, hingga Cek Endra.
Hurmin memaparkan lima misi utama Pemkab Sarolangun dalam dokumen RPJMD 2025–2029:
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
Perwujudan nilai-nilai keagamaan, kearifan adat istiadat, dan pemuda.
Pembangunan infrastruktur pelayanan umum yang merata dan berkualitas.
Kemajuan ekonomi berbasis potensi lokal dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Perwujudan budaya birokrasi berakhlak, cepat tanggap, dan berorientasi pelayanan publik.
”Visi-misi ini adalah janji kami kepada masyarakat. Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri tanpa sinergi bersama DPRD, Forkopimda, Pemerintah Provinsi Jambi, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Hurmin.(“)









