Kota Jambi Serasah id — Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Provinsi Jambi Tahun 2026 resmi digelar di Gedung Banjuran Budayo, Kota Baru, Kota Jambi, Sabtu (8/8/2026). Momentum ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar sekaligus mendorong budaya menabung sejak usia dini.
Puncak rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen dukungan Pemerintah Kota Jambi terhadap Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), yang diselaraskan dengan penguatan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Jambi.
Dalam ajang tersebut, Bank Jambi berhasil mencatatkan prestasi dengan menyabet penghargaan sebagai Bank dengan Kontribusi Tertinggi pada Peringatan HIM Provinsi Jambi Tahun 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Bank Jambi dalam perluasan akses layanan perbankan bagi generasi muda.
Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, S.E., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, Bank Jambi dinobatkan sebagai bank dengan kontribusi tertinggi dalam rangka Hari Indonesia Menabung Provinsi Jambi Tahun 2026,” ujar Khairul.
Khairul menambahkan bahwa capaian ini menjadi motivasi bagi Bank Jambi untuk terus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendongkrak tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Program KEJAR sendiri menjadi instrumen penting untuk mendorong kepemilikan rekening tabungan sejak usia sekolah. Melalui program ini, para pelajar diajak membangun kebiasaan menabung sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kecakapan finansial jangka panjang.
Selain penyaluran program KEJAR, peringatan HIM 2026 memperkuat sinergi lintas sektor antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, industri perbankan, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK-IJK), dan TPAKD. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan serta menjamin akses masyarakat terhadap produk jasa keuangan yang aman, mudah, dan terjangkau.
Melalui momentum ini, budaya menabung diharapkan tidak sekadar menjadi gerakan seremonial, melainkan menjelma sebagai kebiasaan berkelanjutan demi mewujudkan generasi muda Jambi yang cerdas dan mandiri secara finansial.(ed)










