Muaro Jambi Serasah id — Gubernur Jambi Al Haris secara resmi membuka High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Jambi Tahun 2026 di Museum Sriwijaya Dharmakirti, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (4/9/2026).
Dalam arahannya, Al Haris menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antarwilayah serta optimalisasi potensi daerah untuk memacu pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan kawasan Candi Muaro Jambi sebagai pusat aktivitas ekonomi berbasis pariwisata, kuliner, dan UMKM.
”Candi Muaro Jambi ini yang kelak meramu ekonomi di daerah ini, mulai dari sektor pariwisata, kuliner, hingga industri kreatif. Potensinya setara dengan Candi Borobudur, tinggal bagaimana kita mengisinya secara terencana,” ujar Al Haris.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan cagar budaya tersebut harus diiringi dengan perencanaan yang matang agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal sekaligus meningkatkan daya saing investasi daerah.
Al Haris menyoroti kemudahan berusaha dan iklim investasi di Jambi yang dinilainya sebagai salah satu yang terbaik di Pulau Sumatera.
“Jambi merupakan wilayah yang sangat efektif dan layak untuk berinvestasi karena memiliki indeks iklim investasi yang kondusif dibanding daerah lain di Sumatera,” tegasnya.
Guna membangun ekosistem pariwisata terintegrasi, Al Haris mendorong sinergi konkret antara Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Kedua wilayah dianggap memiliki potensi yang saling melengkapi.
“Kota Jambi memiliki fasilitas akomodasi seperti hotel berbintang, sementara Muaro Jambi memiliki kawasan destinasinya. Sinergi ini akan menjadi kekuatan ekonomi baru,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Al Haris juga menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia (BI) dan perbankan daerah atas dukungan berkelanjutan dalam menjaga stabilitas ekonomi serta pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jambi.
”Terima kasih kepada Bank Indonesia yang terus memperkuat fondasi ekonomi Jambi. Peran perbankan sangat vital, begitu pula para pelaku UMKM yang menjadi penggerak di lapangan,” pungkas Al Haris.(“)










