Jambi Serasah id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, mengapresiasi peresmian dan pembangunan gedung baru Kantor Cabang Utama (KCU) Bank Jambi. Di sela kegiatan olahraganya, Ivan menekankan bahwa peningkatan fasilitas fisik tersebut harus menjadi momentum transformasi total, mulai dari tata kelola organisasi, keamanan siber, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).3/9/2026
Menurut Ivan, modernisasi sarana dan prasarana perbankan secara otomatis menuntut peningkatan kinerja, produktivitas, serta standar pelayanan kepada masyarakat.
“Setiap fasilitas dan infrastruktur yang dibangun secara otomatis harus membuat esensi kinerja lebih maju, meningkat, dan lebih produktif. Dari sisi indikator, ini momentum mengubah tata kelola kerja,” ujar Ivan.
Ivan memberikan catatan khusus mengenai penguatan teknologi informasi dan sistem keamanan digital Bank Jambi. Mengingat Bank Jambi sempat mengalami gangguan layanan akibat insiden peretasan (hacker), ia meminta manajemen melakukan evaluasi mendalam agar kendala teknis pada layanan e-banking maupun ATM tidak terulang kembali.
Meski demikian, Ivan meluruskan bahwa persoalan siber yang terjadi sebelumnya tidak sepenuhnya disebabkan oleh kelalaian manajemen internal, melainkan adanya keterlibatan pihak ketiga yang menimbulkan kerugian bagi bank.
“Kemarin kita mendapat ujian dari hacker yang sempat membuat gempar. Teknologinya harus lebih diperhitungkan sehingga problem seperti itu tidak terjadi lagi. Saya rasa potensi kebocoran siber harus di-zero-kan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keandalan sistem transaksi digital merupakan kunci utama dalam menjaga dan membangun kembali kepercayaan publik (public trust).
“Secara langsung ini menyangkut kepercayaan masyarakat yang menabung. Jangan lagi proses pengambilan uang, e-banking, dan ATM terkendala,” imbuhnya
Selain pembenahan internal, politisi Golkar ini juga menyoroti besarnya potensi transaksi ekonomi di Provinsi Jambi yang belum tergarap maksimal oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) tersebut. Salah satunya adalah aktivitas investasi dan bisnis di sektor pertambangan batu bara yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
Ivan mendorong Bank Jambi untuk meningkatkan kapasitas sistem perbankan agar mampu menampung arus transaksi dari sektor-sektor strategis daerah, termasuk mekanisme transaksi berskala nasional hingga ekspor-impor.
“Investasi batu bara di Jambi itu mencapai triliunan rupiah. Pertanyaannya, kenapa tidak seluruh transaksi tersebut masuk melalui Bank Jambi? Jika seluruh transaksi berjalan di Bank Jambi, salah satu keuntungannya adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Ivan.
Ia mengakui bahwa pengelolaan transaksi internasional dan dana dari luar daerah memiliki keterbatasan serta aturan mekanisme tersendiri. Oleh karena itu, ia mendesak jajaran direksi dan manajemen untuk melakukan upgrade sistem secara masif.
“Bank Jambi harus meng-upgrade sistem pengelolaan, baik skala nasional maupun internasional, agar mampu menopang PAD yang masuk ke ruang fiskal pemerintah daerah. Direksi, komisaris, hingga Pak Gubernur harus jeli melihat peluang bisnis ini untuk memaksimalkan deviden,” pungkasnya.(ed)









