JAMBI Serasah id – Semangat memperkuat nilai-nilai religius terus digaungkan di Provinsi Jambi. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jambi, Hesnidar Haris—yang akrab disapa Hesti Haris—tengah menginisiasi gerakan “Jambi Bersholawat” sebagai upaya membangun budaya Islami di tengah kehidupan masyarakat.
Gerakan ini dirancang untuk menjadi kebiasaan positif di setiap kegiatan komunitas, organisasi, hingga lingkungan sekolah. Nantinya, setiap acara formal maupun informal diharapkan dapat diawali dengan pembacaan sholawat.
Gagasan tersebut disampaikan Hesti Haris saat memimpin rapat bersama Tim Inisiasi Jambi Bersholawat di Jambi. Pertemuan strategis itu turut dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Kepala Taman Budaya Jambi, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) PUTR Provinsi Jambi.
Menurut Hesti, sholawat bukan sekadar bentuk ibadah ritual, melainkan juga instrumen penting untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat kebersamaan warga.
“Saya mengajak masyarakat Jambi untuk kembali menggali dan menambah ilmu bersholawat. Kedepannya, setiap komunitas atau organisasi diharapkan dapat memulai kegiatan dengan melakukan sholawat terlebih dahulu,” ujar Hesti Haris
Meski peluncuran resmi (launching) program ini masih dalam tahap persiapan teknis, Hesti mengaku telah turun langsung ke lapangan untuk menyosialisasikan gerakan tersebut. Ia aktif merangkul berbagai elemen masyarakat agar ikut terlibat menyukseskan Jambi Bersholawat.
“Kita sudah memotivasi berbagai unsur masyarakat yang tergabung dalam organisasi dan komunitas agar mengikuti (gerakan) Jambi Bersholawat,” tuturnya.
Selain menggalakkan pembacaan sholawat, Hesti juga mengimbau setiap kelompok masyarakat untuk menghadirkan ustaz maupun ulama dalam kegiatan mereka. Langkah edukatif ini diambil agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai esensi dan keutamaan bersholawat.
Gerakan Jambi Bersholawat ini diharapkan mampu menjadi energi baru dalam memperkuat karakter religius di Provinsi Jambi. Melalui semangat kebersamaan ini, program tersebut diyakini dapat menghadirkan suasana yang lebih sejuk, harmonis, dan penuh keberkahan di bumi Tanah Pilih Pusako Betuah. (ed)










