JAMBI, Serasah id — Di balik kesuksesannya sebagai pengusaha di Arab Saudi, Ernawati menyimpan perjalanan hidup yang penuh cobaan. Perempuan asal Jambi ini mengaku sempat melewati masa-masa sulit dan duka mendalam selama satu dekade sebelum akhirnya bangkit.
Kisah emosional tersebut diungkapkan Ernawati saat menjadi narasumber dalam podcast Ngopi Pahit. Ia menuturkan, cobaan berat datang bertubi-tubi dalam kehidupannya, mulai dari ditinggal wafat oleh sang suami di usia muda hingga harus berpisah sementara dari anak-anaknya yang masih kecil.
”Kalau ada manusia yang sepuluh tahun, 3.500 malam, tidak pernah meneteskan air mata, itu saya,” ujar Erna. Ia mengaku hampir setiap hari menangis menahan beban batin dan penyesalan akibat cobaan tersebut.
Setelah kurang lebih 10 tahun terjebak dalam masa lalu, Ernawati mulai menemukan kedamaian. Titik balik kehidupannya terjadi setelah ia mendapatkan bimbingan spiritual dan memperdalam pemahaman agama.
Ernawati menyebut ada empat pilar utama yang membantunya bangkit dari keterpurukan, yaitu: Memperbaiki hubungan dengan Allah , Memperkuat ibadah ,Mempererat silaturahmi ,Memperbanyak sedekah
”Saya diajarkan semua itu. Empat pilar itulah yang menjadi motivasi saya untuk bangkit,” tuturnya. Dari proses tersebut, ia belajar memaafkan diri sendiri dan melepaskan dendam kepada orang lain.
Kini, Ernawati memaknai kebahagiaan dan kesuksesan secara berbeda. Bagi dirinya, kebahagiaan sejati adalah saat mampu mensyukuri setiap helaan napas yang diberikan Tuhan, sementara kesuksesan dunia hanyalah sarana untuk mencapai tujuan akhirat.
Prinsip tersebut ia wujudkan melalui berbagai aksi sosial. Usai dipercaya menjadi Ketua Ikatan Saudagar Muslimah Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi, Ernawati merancang sejumlah program kemanusiaan, di antaranya:
Pengembangan rumah tahfiz dan penguatan panti asuhan.
Kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa.
Penyediaan makanan buka puasa gratis selama 30 hari penuh saat bulan Ramadan.
Ernawati menegaskan seluruh kegiatan sosial yang dilakukannya murni sebagai investasi akhirat dan bagian dari tujuan hidupnya, bukan panggung untuk membangun citra politik.
”Tidak semua orang berbuat di dunia ini tujuannya duniawi. Masih ada orang yang tujuannya investasi akhirat. Jangan pernah simpan dendam, benci, iri, dan dengki, karena itu akan menghambat jalan suksesmu,” pungkasnya.










