JAMBI Serasah id — Bank Jambi terus memacu transformasi digital dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Langkah ini diambil untuk memastikan kemudahan layanan digital berjalan seiring dengan perlindungan data dan dana nasabah.18 /9/2026
Plt. Direktur Utama Bank Jambi, Laila, menegaskan bahwa strategi utama percepatan teknologi ini berfokus pada kolaborasi ketimbang membangun seluruh infrastruktur secara mandiri. Menurutnya, pilar utama kolaborasi terletak pada kesiapan sistem.
“Kolaborasi menjadi salah satu kunci. Bank tidak harus membangun seluruh teknologi sendiri. Yang penting adalah bagaimana membangun interoperabilitas, integrasi sistem, keamanan, dan governance yang kuat sehingga memberikan nilai tambah bagi bank dan nasabah,” kata Laila.
Ia menjelaskan, perluasan ekosistem digital secara otomatis meningkatkan risiko keamanan siber (cybersecurity). Karena itu, penguatan manajemen risiko teknologi informasi dan tata kelola perlindungan data nasabah menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.
“Digitalisasi harus berjalan bersama dengan security, reliability, dan risk management. Kemudahan transaksi itu penting, tetapi keamanan dana dan data nasabah jauh lebih fundamental karena kepercayaan nasabah merupakan aset utama bank,” tegasnya.
Laila menambahkan, indikator keberhasilan transformasi digital Bank Jambi tidak hanya diukur dari angka statistik, seperti jumlah pengunduh aplikasi atau volume transaksi harian. Lebih dari itu, digitalisasi harus mampu menciptakan efisiensi operasional, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas inklusi keuangan bagi masyarakat Jambi.
Pihaknya optimistis Bank Jambi memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekosistem digital yang adaptif terhadap potensi dan karakteristik ekonomi daerah.
“Dengan inovasi, kolaborasi, dan tata kelola teknologi yang kuat, digital banking dapat menjadi pengungkit pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat peran Bank Jambi sebagai bank pembangunan daerah,” pungkas Laila.








