Jambi Serasah id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam (OKH) di perbatasan Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Guna mencegah kobaran api meluas ke permukiman warga, Satgas Karhutla Provinsi Jambi mengerahkan helikopter waterbombing dan lima unit alat berat ke lokasi kejadian.
Sulitnya akses darat menuju titik api di kawasan Desa Sungai Aur, Kabupaten Muaro Jambi, menjadi tantangan utama tim gabungan dalam memadamkan api.
Gubernur Jambi Al Haris bersama Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin meninjau langsung lokasi kebakaran pada Senin (5/10/2026) sore untuk memetakan penanganan dan pembukaan akses pemadaman.
”Karena jaraknya jauh dari lokasi, akses inilah yang prioritas dibuka oleh Satgas. Kami juga segera mengoperasikan waterbombing agar api tidak meluas,” ujar Al Haris di lokasi kejadian, Senin.
Selain pemadaman dari udara, Satgas menargetkan pemblokiran pergerakan api di jalur darat. Pengerahan lima unit alat berat difokuskan untuk membuka jalur evakuasi/pemadaman, membersihkan kanal, serta membuat sekat bakar (firebreak).
Langkah cepat ini dilakukan mengingat sebaran api berpotensi mengancam pemukiman warga di beberapa area terdekat, seperti Desa Jebus, Gedong Karya, Sungai Aur, dan Sogo.
”Jika api melebar, potensinya bisa masuk ke permukiman warga. Kita harus mengantisipasinya segera,” tegas Al Haris.
Untuk mempercepat penanganan, Satgas Karhutla juga menambah jumlah personel di lapangan dan mendirikan posko komando di sekitar lokasi kebakaran sebagai pusat koordinasi, pengawasan, dan respon cepat. Al Haris mengimbau seluruh personel untuk bersiaga penuh dan fokus melakukan pemadaman dalam beberapa hari ke depan.(“)









