Jambi Serasah id — Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Jambi mendesak Pemerintah Provinsi Jambi membuka data penerima bantuan jaminan kesehatan yang bersumber dari APBD. Transparansi ini dinilai krusial untuk mengantisipasi potensi data ganda hingga kepesertaan fiktif pada anggaran yang mencapai hampir Rp62 miliar tersebut.
Berdasarkan dokumen anggaran, pos belanja tersebut terbagi menjadi dua kategori:
Belanja Kontribusi Jaminan Kesehatan (PBI): Rp29.968.418.200
Iuran Jaminan Kesehatan (PBPU & BP Kelas 3): Rp32.031.300.000
Total Anggaran: Rp61.999.718.200
Ketua AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, menyatakan bahwa besarnya alokasi dana tersebut harus berbanding lurus dengan keterbukaan informasi. Menurutnya, publik berhak mengetahui mekanisme penetapan, syarat penerima, hingga verifikasi data peserta.
“Masyarakat harus tahu siapa yang menerima dan bagaimana cara mendapatkannya. Jangan sampai anggarannya mencapai Rp62 miliar, tetapi warga justru tidak tahu ada program pembiayaan iuran dari APBD Provinsi,” ujar Erfan, Rabu (2/9/2026).
Erfan menekankan agar program ini dipilah secara jelas dan tidak disamakan begitu saja dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) nasional. Ia mendorong Pemprov Jambi menyelaraskan data penerima dengan BPJS Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk audit data menyeluruh.
“Kami tidak menuduh ada korupsi, tetapi potensi penyimpangan harus ditutup. Jangan sampai ada nama ganda, penerima tak memenuhi syarat, atau nama fiktif yang iurannya tetap dibayarkan menggunakan uang rakyat,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para ketua RT dan warga untuk proaktif menanyakan kepesertaan program ini kepada pihak kelurahan atau desa setempat.
Hingga berita ini diturunkan, dinas terkait di lingkungan Pemprov Jambi belum memberikan jawaban atau konfirmasi resmi mengenai mekanisame verifikasi dan rincian data penerima anggaran tersebut.
AWaSI Jambi mendorong BPK, Inspektorat, DPRD Provinsi Jambi, serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turut mengawasi skema realisasi pembayaran iuran ini agar tepat sasaran(ed).










