Home / Kota Jambi

Jumat, 4 September 2026 - 05:01 WIB

MENGALIR DARI KERINCI HINGGA TANJUNG JABUNG TIMUR: FILM “MANTAGI AIR DAN MANUSIA” MEMULAI DISTRIBUSI SEBAGAI RUANG EDUKATIF DAN PENGUATAN KARAKTER MURID JAMBI

Jambi Serasah id – Menjelang partisipasinya di panggung festival film internasional, karya sinema lokal “Mantagi Air dan Manusia” resmi memasuki tahap distribusi masyarakat. Diproduksi oleh para sineas muda Sumatra, film yang sarat muatan budaya dan isu lingkungan ini mengambil pendekatan unik dengan menelusuri aliran Sungai Batanghari dari hulu di Kabupaten Kerinci hingga hilir di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Tahap distribusi ini menjadi tonggak penting bagi eksistensi sinema lokal Jambi sekaligus fondasi keberlanjutan karya sebelum melangkah ke jejaring festival global. Dalam pelaksanaannya, proses distribusi film mendapat dukungan penuh dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

​Dukungan dari sektor pendidikan diberikan karena Mantagi Air dan Manusia dinilai memiliki kekuatan semiotika dan lokalitas yang relevan sebagai media pembelajaran murid dalam implementasi deep learning (pembelajaran mendalam). Penayangan film ini ditransformasikan menjadi ruang edukatif yang aktif dan inklusif bagi para siswa.

Setiap pemutaran film dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif untuk membuka kesadaran para murid. Salah seorang guru yang hadir mengapresiasi pesan mendalam yang diusung dalam karya tersebut.

​”Film ini sangat sarat akan makna. Karya ini mampu mengingatkan kembali arti Mantagi, yakni akal budi pekerti dalam diri kita untuk terus berbuat baik kepada sesama manusia dan alam di tengah tantangan zaman saat ini,” ungkapnya di sela-sela diskusi.

​Sebagai penutup rangkaian kegiatan, sesi diskusi diakhiri dengan tradisi menyanyikan lagu nasional “Tanah Airku” ciptaan Ibu Sud secara bersama-sama. Momen ini menghadirkan suasana haru dan khidmat guna memupuk rasa cinta tanah air serta komitmen menjaga daerah Jambi.

​Produser Film Mantagi Air dan Manusia, Mutia, menjelaskan bahwa distribusi ini bertujuan menjaga keberlanjutan pesan yang dibawa sepanjang aliran Sungai Batanghari.

READ  Pusakademia Jambi Gelar FGD Seri Ke-4, Bahas Penguatan Hak Sipil dan Politik

​”Distribusi bukan sekadar menyampaikan karya ke penonton, melainkan ruang menjaga keberlanjutan pesan yang kami bawa dari hulu ke hilir Sungai Batanghari. Melalui fasilitasi Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, kami ingin memastikan film ini menjadi pemantik diskusi edukatif yang menumbuhkan rasa bangga akan lokalitas sekaligus kepedulian lingkungan pada generasi muda,” ujar Mutia.

​Ia juga menambahkan bahwa inisiatif menyanyikan lagu “Tanah Airku” di akhir sesi merupakan arahan langsung dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi setelah menyaksikan tayangan film tersebut.

​Gerakan pemutaran dan diskusi film Mantagi Air dan Manusia akan terus digaungkan secara berkelanjutan di berbagai ruang publik. Program ini diharapkan tidak hanya mempromosikan kekayaan budaya dan alam Jambi ke tingkat yang lebih luas, tetapi juga memupuk rasa memiliki serta kepedulian generasi muda terhadap warisan alam daerahnya.(“)

​.

Share :

Baca Juga

Kota Jambi

AWaSI Jambi Soroti Kemacetan Akibat Angkutan Batu Bara di Panerokan–Bajubang

Kota Jambi

Pusakademia Jambi Gelar FGD Seri Ke-4, Bahas Penguatan Hak Sipil dan Politik

Kota Jambi

BPK Temukan Dugaan Kelebihan Bayar Proyek Infrastruktur Rp6,2 Miliar di Kota Jambi

Kota Jambi

Jelang Aksi Grib Jilid III, Jefri B. Pardede Imbau Peserta Jaga Ketertiban dan Patuhi UU Ormas

Kota Jambi

Perspektif Paguyuban Raden Melayu Jambi Terkait Penyegelan Kantor Gubernur Jambi

Kota Jambi

Kisah Ernawati: Bangkit dari Masa Sulit hingga Menjadi Pengusaha Sukses di Arab Saudi

Kota Jambi

Diduga Bakar Lahan dan Kuasai 60 Hektar Tanah, Oknum Kades dan Anggota DPRD Dilaporkan ke Polda Jambi

Kota Jambi

AWaSI Jambi Soroti Anggaran Jaminan Kesehatan Rp62 Miliar: Rawan Data Fiktif, Masyarakat Diminta Proaktif