Jambi Serasah id — Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin memantau langsung titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui patroli udara, Senin (21/9/2026).
Patroli udara oleh Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Jambi ini berfokus pada dua titik yang saling berdekatan, yakni kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang dan wilayah Ladang Peris, Kecamatan Sadu.
Dari hasil pantauan udara, Gubernur Al Haris mengungkapkan bahwa kobaran api di atas lahan gambut tersebut masih aktif dan meluas.
”Dua wilayah ini berdekatan dan kita melihat memang masih ada api yang sedang merayap karena tanah gambut. Kelihatan apinya masih cukup luas,” ujar Al Haris saat memberikan keterangan kepada awak media usai patroli.
Ia mengakui proses pemadaman darat di lokasi tersebut menghadapai kendala serius akibat sulitnya akses menembus hutan belantara.
”Sangat sulit bagi tim darat untuk menjangkau lokasi karena medannya hutan belantara. Penanganan paling efektif saat ini adalah waterbombing atau menunggu hujan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk lokasi kebakaran di Desa Labuan Pering, warga setempat bersama personil gabungan telah berupaya membuat sekat bakar (firebreak). Langkah ini diambil untuk mencegah lidah api merembet ke area perkebunan warga.
”Masyarakat sudah berupaya membatasi lahan dan kebun mereka dengan sekat bakar. Harapan kita ini bisa menahan api, selama angin tidak bertiup kencang,” kata Al Haris.
Gubernur menambahkan, Pemerintah Provinsi Jambi telah mengarahkan helikopter pemadam untuk melakukan waterbombing di area Desa Labuan Pering. Selain pemadaman udara, pemprov juga bersiap menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
”Jika potensi awan hujan mulai terlihat, tim OMC akan langsung bergerak melakukan penyemaian di lokasi tersebut,” tambahnya.
Menanggapi data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) serta LSM yang menyebutkan luasan karhutla cukup besar, Al Haris menegaskan bahwa Pemprov Jambi belum mengeluarkan rilis resmi mengenai total luas area yang terbakar.
Hal ini dikarenakan lokasi kebakaran berada di wilayah perbatasan antara Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.
”Kita belum menghitung secara final karena lokasinya melintasi dua provinsi, Jambi dan Sumsel. Pergerakan hotspot maupun firespot terus dipantau oleh posko. Penghitungan total areal terbakar khusus wilayah Jambi baru akan dilakukan setelah api benar-benar padam,” pungkasnya.
Dalam kegiatan pemantauan tersebut, Gubernur turut didampingi oleh Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah, Kepala Dinas Kominfo Ariansyah, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jambi Bustanul Arifin.(“)









