MUARO JAMBI, Serasah.id — Gubernur Jambi, Al Haris, menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Muaro Jambi yang mengusung tema “Berbakti Menuju Muaro Jambi Berakhlak, Adil, dan Maju”, Selasa (27/10/2026)
Dalam sambutannya, Al Haris menegaskan bahwa Kabupaten Muaro Jambi memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga Ibu Kota Provinsi Jambi. Mengingat keterbatasan lahan di Kota Jambi, fokus pembangunan infrastruktur dan fasilitas negara di masa mendatang akan banyak dialokasikan ke wilayah Muaro Jambi.
Gubernur mengapresiasi potensi geografis Muaro Jambi yang diuntungkan oleh ketersediaan lahan. Beberapa rencana pembangunan strategis nasional maupun daerah telah disiapkan untuk wilayah ini.
”Tahun depan, Insya Allah, kita akan memiliki Korem/Kodam baru yang berlokasi di Muaro Jambi. Selain itu, akan dibangun juga Rindam dan Brigif. Untuk pangkalan udara (Lanud) kemungkinan kita posisikan di Bandara Muara Bungo, sementara Lantamal akan dibangun di wilayah Tanjung Jabung Timur,” ujar Al Haris.
Ia juga menyoroti pentingnya penyiapan lahan oleh pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan Batalyon Komando Pasukan Khusus/TP guna mendukung kesiapsiagaan bencana, seperti banjir dan karhutla.
Di sektor ekonomi, Pemprov Jambi bekerja sama dengan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) dan Komnas/Bappenas untuk merancang simpul-simpul ekonomi baru di sepanjang koridor Jalan Tol Trans-Sumatra yang melintasi Muaro Jambi, Tanjab Barat, dan Tanjab Timur.
”Kita tidak ingin tol ini hanya menjadi jalan melintas tanpa rest area atau daya ungkit ekonomi. Kita buat tim kajian bersama agar tol ini menghidupkan sektor ekonomi baru di tiga kabupaten tersebut,” tegasnya.
Saat ini, progres pengadaan lahan jalan tol telah mencurahkan anggaran sekitar Rp100 miliar, dan masih membutuhkan penyelesaian sisa anggaran pembebasan lahan agar pengerjaan fisik dapat berkontrak pada Januari dan mulai berjalan optimal pada 2027.
Meski menjadi daerah dengan jumlah penduduk terpadat kedua di Provinsi Jambi, Muaro Jambi dinilai berhasil mengelola kesejahteraan masyarakatnya.
”Muaro Jambi berhasil mencatatkan angka kemiskinan nomor dua terendah di Provinsi Jambi, berada di bawah Kota Sungai Penuh. Ini membuktikan bahwa kepadatan penduduk tidak menghalangi produktivitas masyarakat,” ungkap Al Haris.
Kinerja industri ekspor di Muaro Jambi juga mencatatkan pertumbuhan pesat, ditandai dengan pembangunan Terminal Peti Kemas baru untuk menyokong arus logistik daerah.
Menyinggung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Gubernur mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menghentikan tradisi membuka lahan dengan cara dibakar. Titik api terpantau kembali muncul di beberapa wilayah seperti kawasan gambut Jebus dan Simpang Datuk.
”Masalah asap ini tanggung jawab kita bersama. Para pemimpin yang dipilih rakyat harus hadir memberikan solusi dan pemahaman kepada masyarakat agar menjaga hutan kita,” tutur Al Haris.
Di akhir sambutannya, Al Haris menekankan pentingnya penguatan karakter dan akhlak generasi muda di tengah arus informasi media sosial yang tidak tersaring. Pemprov Jambi terus mendukung tumbuh suburnya pondok pesantren di Muaro Jambi sebagai benteng moral masa depan.
”Fenomena hari ini menunjukkan minat masyarakat menyekolahkan anak ke pondok pesantren sangat tinggi. Ini hal yang positif agar anak-anak kita tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki adab, akhlak, dan mental yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.(ed)









