Jambi Serasah id – PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) tengah mengakselerasi pemulihan menyeluruh terhadap infrastruktur digitalnya pascadugaan serangan siber pada awal tahun 2026. Manajemen memastikan bahwa proses perbaikan intensif yang berjalan sejak akhir Februari hingga Maret ini dilakukan guna menjamin sistem kembali beroperasi secara aman dan optimal.19/4/2026
Sebagai langkah mitigasi awal, Bank Jambi sempat menghentikan sementara sejumlah layanan digital, termasuk mobile banking dan jaringan ATM. Kebijakan darurat tersebut diambil untuk melokalisasi risiko serta memberi ruang bagi tim teknis untuk melakukan audit forensik dan menutup celah keamanan (vulnerability) pada sistem.
Memasuki pertengahan Maret 2026, upaya pemulihan mulai menunjukkan hasil positif. Tim teknis internal kini tengah melakukan serangkaian uji coba ketat (stress test) sebelum mengaktifkan kembali seluruh layanan digital secara bertahap dengan standar keamanan yang lebih tinggi.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama manajemen Bank Jambi menegaskan dan menjamin bahwa seluruh dana nasabah tetap berada dalam kondisi aman. Pihak bank juga menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas kerugian materiil nasabah yang terbukti berdampak langsung akibat insiden tersebut.
”Dana masyarakat aman. Sebagai komitmen, Bank Jambi siap bertanggung jawab penuh apabila ditemukan kerugian nasabah yang disebabkan langsung oleh insiden ini,” tulis manajemen dalam keterangan resminya.
Keamanan simpanan masyarakat juga dipastikan berlapis mengingat Bank Jambi merupakan bank peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Status ini memberikan kepastian hukum dan perlindungan tambahan bagi nasabah sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Di tengah proses pemulihan sistem digital, Bank Jambi memastikan operasional konvensional tidak terganggu. Aktivitas transaksi tatap muka melalui teller di seluruh kantor cabang tetap berjalan normal untuk melayani kebutuhan perbankan masyarakat.
Manajemen mengimbau para nasabah untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial. Nasabah diminta untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal komunikasi resmi Bank Jambi guna menghindari disinformasi.
Insiden ini menjadi momentum krusial bagi Bank Jambi untuk merombak dan memperkuat arsitektur keamanan siber (cybersecurity) mereka. Percepatan pemulihan ini diharapkan dapat segera mengembalikan layanan digital secara penuh, sekaligus menjaga stabilitas aktivitas ekonomi di wilayah Provinsi Jambi.(ed)










