Serasah id Merangin — Di tengah masifnya pembangunan infrastruktur publik di Kabupaten Merangin, kondisi fasilitas olahraga daerah justru memicu sorotan. Stadion Bumi Masurai, sarana olahraga kebanggaan masyarakat “Bumi Tali Undang Tambang Teliti,” hingga kini terbengkalai dan belum dapat difungsikan secara optimal oleh para atlet maupun masyarakat umum.
Kondisi tersebut menjadi pertanyaan publik mengingat penyerapan anggaran proyek fisik melalui APBD dinilai belum sejalan dengan asas kemanfaatan (public utility). Minimnya perawatan fasilitas pendukung membuat fungsi utama stadion sebagai pusat pembinaan olahraga daerah terganggu.
Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Merangin, paket pekerjaan Rehab Stadion Sepakbola Bumi Masurai pada APBD T.A. 2025 memiliki Pagu Anggaran sebesar Rp998.361.000,00 dengan Nilai HPS Rp997.361.624,29. Proyek tersebut dimenangkan oleh CV Sekundang dengan nilai kontrak Rp982.530.000,00.
Kondisi fisik lapangan yang tak kunjung layak pakai memicu gelombang kritik dari warga hingga pegiat olahraga di Kabupaten Merangin.
Anto, salah seorang warga lokal yang aktif bermain sepak bola, menyayangkan kondisi stadion yang tak kunjung membaik meski proyek rehabilitasi telah menelan anggaran hampir Rp1 miliar.
”Kondisi stadion ini sudah parah dan tidak bisa dipakai. Kami heran, anggaran untuk pembangunan taman hingga fasilitas kantor lain ada, tetapi stadion dibiarkan seperti ini. Bagaimana kami bisa bermain sepak bola lagi?” keluh Anto saat ditemui di lokasi, Senin (12/10/2026).
Bagi masyarakat, fasilitas olahraga bukan sekadar sarana penyerapan anggaran semata, melainkan ruang publik vital untuk mencetak bibit atlet berprestasi dari Kabupaten Merangin.
Menanggapi keluhan publik—terutama menjelang perhelatan turnamen Bupati Cup pada Desember mendatang dalam rangka HUT Kabupaten Merangin ke-77—Kepala Disparpora Kabupaten Merangin, Suherman, memberikan penjelasannya.
Ia membenarkan kondisi stadion yang kurang terurus akibat keterbatasan alokasi anggaran pemeliharaan.
”Insyaallah dalam waktu dekat akan tetap kita gunakan untuk pertandingan Bupati Cup 2026. Memang kondisi saat ini kurang terurus. Sebenarnya sudah kita usulkan anggaran pemeliharaannya untuk tahun 2026, tetapi karena ada efisiensi anggaran, alokasi pemeliharaan melalui KONI tidak ada,” jelas Suherman saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).
Meski tenggat perhelatan semakin dekat, Suherman optimistis stadion tetap dapat difungsikan melalui langkah pembersihan darurat bergotong royong bersama instansi terkait.
”Insyaallah mudah-mudahan bisa. Mungkin belum sempurna, tetapi setidaknya area sekitar lapangan kita bersihkan dulu. Dalam waktu dekat akan kita lakukan pembersihan dibantu oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Itu upaya sementara yang bisa kami lakukan,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak kontraktor pelaksana (CV Sekundang) terkait hasil pengerjaan teknis proyek tersebut. (Ats).









