Merangi Serasah id — Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pamenang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pamenang Selatan dan tokoh masyarakat bergerak cepat menindaklanjuti informasi terkait dugaan praktik warung remang-remang dan penyimpanan minuman keras (miras).
Berdasarkan informasi yang beredar di sejumlah media online, warung milik seorang warga bernama Budi di wilayah Tambang Emas dituding sebagai warung remang-remang sekaligus gudang miras. Menanggapi hal tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, TNI (Babinsa), Camat Pamenang Selatan, Kasi Trantib, serta tokoh masyarakat langsung mendatangi lokasi pada malam hari, sekitar pukul 21.00 WIB.
Kapolsek Pamenang, AKP Purnawarman, menjelaskan bahwa setibanya di lokasi, kondisi warung tampak terang dan tidak ada aktivitas mencurigakan. Petugas hanya mendapati dua orang pembeli yang sedang menikmati mie rebus.
”Personel kami yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Pamenang turun bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tokoh masyarakat. Saat mendatangi warung milik Saudara Budi, kondisinya buka dengan lampu terang. Di dalam warung hanya ada dua pembeli yang sedang makan mie rebus, serta barang dagangan kelontong selayaknya warung konvensional pada umumnya,” ujar AKP Purnawarman, Selasa (27/10).
Selain memeriksa warung, tim gabungan juga mendatangi kediaman pribadi Budi yang sempat diisukan menjadi gudang penyimpanan miras. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, petugas tidak menemukan barang bukti apa pun sebagaimana yang diisukan.
”Anggota juga mendatangi kediaman pribadi milik Saudara Budi, tetapi tidak ditemukan miras seperti yang diberitakan. Setelah memastikan situasi kondusif, tim gabungan kembali ke Polsubsektor dan membubarkan diri pada pukul 23.30 WIB,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Pamenang Selatan, Fahmi, mengaku selama lebih dari lima bulan bertugas, pihaknya belum pernah menerima laporan resmi dari warga maupun perangkat desa terkait adanya aktivitas warung remang-remang di wilayahnya.
”Saya sudah bertugas di sini lebih dari lima bulan, tetapi belum ada satupun warga atau perangkat desa yang melapor terkait adanya warung remang-remang,” kata Fahmi.
Fahmi menambahkan, pemilik warung yang diisukan tersebut merupakan warga asli Tambang Emas yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta memimpin grup kesenian tradisional setempat. Pihaknya mengapresiasi kecepatan respons aparat kepolisian dan masyarakat dalam mengklarifikasi informasi agar tidak menimbulkan keresahan di tengah warga.
”Semua informasi yang masuk tentu kami terima dan tindak lanjuti secara objektif demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya. (Ats)









