Bintan Serasah id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau menggelar kegiatan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Provinsi Kepri.
Mengusung tema _“Penguatan Koordinasi TIMPORA dalam Menghadapi Dinamika Mobilitas Orang Asing di Wilayah Perbatasan”_, kegiatan ini berlangsung di The Anmon Resort Bintan, Kamis (10/09/2026).
*Perkuat Sinergi Lintas Instansi*
Kegiatan TIMPORA menjadi forum untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan pertukaran informasi antarinstansi dalam mengawasi keberadaan serta aktivitas orang asing di Kepri.
Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, *Denni Tresno Sulistianto*, menyampaikan bahwa posisi Kepri sebagai wilayah perbatasan membuat mobilitas orang asing sangat tinggi. Karena itu, pengawasan keimigrasian harus optimal dan didukung koordinasi lintas sektor.
“TIMPORA diharapkan memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, pencegahan, dan deteksi dini terhadap potensi permasalahan orang asing. Mulai dari kepatuhan izin tinggal hingga potensi tindak pidana,” ujar Denni.
Ia juga mengajak seluruh anggota TIMPORA aktif menjaga keamanan, ketertiban, dan kedaulatan negara di wilayah Kepri.
*Paparan Data dan Dinamika Lapangan*
Dalam kegiatan ini dipaparkan kondisi strategis Kepri, meliputi karakteristik wilayah, jalur internasional, data perlintasan, hingga strategi pengawasan ke depan.
Perwakilan UPT Imigrasi se-Kepri juga memaparkan kondisi wilayah kerja masing-masing. Mulai dari mobilitas wisatawan dan Tenaga Kerja Asing (TKA), data WNA pemegang ITAS dan ITAP, data perlintasan, deteni, pengungsi, hingga pendeportasian.
*Sorotan Koarmada I dan BNNP Kepri*
Dalam sesi diskusi, *Kolonel Wendy dari Koarmada I* menekankan pentingnya akurasi data awak kapal. Ketidaksesuaian _crew list_, identitas, dan pergantian awak kapal bisa menjadi indikasi pelanggaran izin kerja WNA.
“Oleh karena itu, perlu pertukaran informasi dan tindak lanjut bersama antara Koarmada I dan Imigrasi terhadap temuan di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, *Jamaluddin Syarief dari BNNP Kepri* memaparkan pengungkapan besar kasus narkotika dalam 2 bulan terakhir. BNN bersama TNI AL, Polri, dan Bea Cukai telah mengamankan lebih dari 8 ton narkotika.
Beberapa di antaranya:
1. Pabrik narkotika clandestine di Nagoya dan Batu Ampar
2. 1,3 ton ketamin dari kapal MV King Sun
3. 2,6 ton sabu cair dan 1,5 juta batang rokok di perairan Rumah Gajah
4. 800 kg ketamin dari kapal kargo
Modus _ship-to-ship_ dan penggunaan “pelabuhan tikus” juga ditemukan. Sebagian besar awak kapal yang diamankan adalah WNA asal Myanmar dan Thailand.
Hal ini memperkuat pentingnya pengawasan ketat terhadap pergerakan WNA jalur laut dan pertukaran data antara BNN, Imigrasi, TNI, Polri, dan Bea Cukai Melalui forum TIMPORA, sinergi lintas instansi di Kepri diharapkan semakin solid. Kolaborasi dan pertukaran informasi yang efektif menjadi kunci dalam pencegahan, deteksi dini, serta penanganan potensi pelanggaran di wilayah perbatasan (Sembiring)










