Batam Serasah id – Musyawarah Wilayah GTDI Kepulauan Riau digelar. Kegiatan ini dimulai dengan Ibadah dan Seremonial Pembukaan, serta seluruh Agenda Persidangan berjalan dengan sangat baik dan penuh hikmat.
Salah satu keputusan penting dari persidangan yang berlangsung adalah terpilihnya Bapak Pdt. Suarman Lase, M.Pd, sebagai Ketua Wilayah GTDI Kepulauan Riau, masa bakti 2026-2030.
Sebagai calon tunggal, pemilihan dan penetapan berlangsung sangat cepat. Di tempat yang sama, pentahbisan beliau menjadi Ketua Wilayah GTDI Kepulauan Riau periode 2026-2030 dipimpin langsung oleh Ketua Nasional Bapak Bishop Dody Togatorop, S.Th., SH.,MA.IE.
Terpilihnya Bapak Pdt. Suarman Lase, http://M.Pd sebagai Ketua Wilayah GTDI Kepulauan Riau menghadirkan warna dan semangat yang baru. Walaupun beliau bukan sosok yang sangat aktif dalam bermedia sosial, sehingga publik jarang mengetahui rekam jejaknya, tetapi keterlibatan beliau dalam berbagai organisasi selama ini sampai menjadi calon tunggal dalam pemilihan adalah indikator sederhana bahwa kemampuan beliau dalam memimpin organisasi GTDI ke depan tidak diragukan.
Dalam wawancara singkat, Pdt. Suarman Lase, M.Pd mengatakan estafet kepemimpinan adalah mata rantai yang tidak dapat dipisahkan dari pemimpin terdahulu.
“Apa yang kita lanjutkan dalam periode kepengurusan ke depan adalah kesinambungan dari karya yang sudah diukir dan diletakkan oleh pemimpin sebelumnya oleh Bapak Pdt. Dr. Ir. Yasozatulo Larosa, MA.IE., M.Pd.K dan juga dari para pemimpin sebelumnya yang memulai perintisan gereja di Wilayah Kepulauan Riau ini,” ujarnya.
Beliau juga memandang bahwa kepemimpinan ke depan bukan one man show. Ini bukan soal jabatan atau panggung untuk mendapat perhatian publik.
Melalui khotbah perdananya, beliau memaknai tema MUSWIL: Kembali kepada Salib Kristus, adalah:
*PERTAMA,* panggilan untuk menghadirkan rekonsiliasi. Kristus telah meninggalkan teladan dengan mengerjakan pendamaian itu demikian juga kita lebih aktif berperan menghadirkan damai mulai dari diri sendiri dan di antara sesama rekan sekerja Allah di lingkungan GTDI Kepulauan Riau. Kebersamaan, kekompakan dan kesatuan hati menjadi penting dalam pelayanan ke depan.
*KEDUA,* pelayanan ini adalah pengorbanan. Bukan apa yang kita dapatkan, tetapi apa yang bisa kita berikan untuk Tuhan melalui tugas dan tanggung jawab sebagai Pengurus Wilayah. Konsep ini harus tetap dipegang sebagai kontrol bahwa pelayanan bukan keuntungan apa yang kita terima, tetapi apa yang bisa kita persembahkan.
Sebagai Ketua terpilih, beliau juga menitipkan pesan dan kepercayaan kepada seluruh jajaran pengurus sebagai team, agar tetap semangat, kompak dan tulus melaksanakan tugas pelayanan ke depan.
GTDI adalah salah satu sinode yang sudah berdiri sejak tahun 2004 di Batam melalui perintisan oleh Almarhum Bishop Dr. Peringatan Zebua, MA.IE. Dari satu gereja menjadi 21 gereja lokal sampai MUSWIL ini diadakan.
21 Gereja tersebar di 3 Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau, bahkan 1 gereja yang berdomisili di Provinsi Riau daratan. Penambahan jumlah ini sekaligus menjadi beban bahwa kuantitas harus berjalan sejajar dengan kualitas. Dalam konteks ini, Suarman Lase memandang ada pekerjaan besar bagi para gembala untuk melayani jemaat mencapai pertumbuhan iman dan kedewasaan Rohani.









