Batam Serasah id _ Tangis haru pecah di lapangan voli permukiman Teluk Bakau, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Sabtu malam (24/10/2026). Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Teluk Bakau menggelar acara syukuran bersama sebagai tanda berakhirnya perjuangan panjang menuntut hak ganti rugi.
Acara yang digelar di bawah tenda kuning sederhana itu bukan sekadar perpisahan, melainkan ungkapan syukur. Setelah melalui proses yang panjang, hak kompensasi warga akhirnya terealisasi dengan nilai yang dinilai layak dan manusiawi sebesar Rp 30 Juta per kepala keluarga.
Di tengah isak haru itu, satu nama yang terus disebut warga dengan penuh hormat adalah Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam sekaligus Bendahara Fraksi Partai Golkar, *Walfentius Tindaon, A.Md.* Warga menilai, keberhasilan ini tidak lepas dari arahan, petunjuk, dan pengawalan total dari sang wakil rakyat.
Ketua Aliansi Masyarakat Teluk Bakau, *Salvius Nong, SH*, dengan mata berkaca-kaca menyampaikan terima kasihnya secara terbuka.
“Kami sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Dewan Walfentius Tindaon atas segala arahan, petunjuk, serta pendampingan intensifnya selama ini. Berkat kepedulian dan pengawalan nyata dari beliau, kami masyarakat kecil akhirnya bisa mendapatkan hak-hak kami secara setimpal. Nilai kompensasi ini jauh lebih layak dan manusiawi dibanding tawaran awal dari pihak perusahaan sebelumnya,” ungkap Salvius.
Menurut warga, Walfentius Tindaon bukan hanya memberikan arahan strategis, tetapi juga meluangkan waktu, pikiran, bahkan materiil untuk menjembatani komunikasi warga dengan instansi terkait hingga tercapai kesepakatan damai.
Kehadiran Walfentius di tengah acara syukuran langsung disambut pelukan hangat dari tokoh dan sesepuh kampung.
Menanggapi apresiasi besar dari warga, Walfentius Tindaon menyampaikan rasa syukurnya karena persoalan di Teluk Bakau dapat berakhir kondusif dan damai.
“Persoalan hari ini telah selesai dengan baik. Namun, saya menitipkan pesan agar persaudaraan dan komunikasi warga tetap utuh meski nanti tinggal di tempat yang berbeda-beda. Apabila ke depan bapak dan ibu mengalami kesulitan dalam bentuk apa pun di lokasi yang baru, pintu saya selalu terbuka. Kami siap hadir kembali untuk mencari solusi bersama,” tutur Walfentius.
Acara syukuran ditutup dengan doa bersama dan foto bersama. Malam itu, Teluk Bakau berpisah dengan haru, namun dengan kepala tegak. (Sembiring)









